Bahagia memang saat berada ditengah-tengah orang yang kita sayang dan orang tersebut sayang sama kita
Namun, setiap orang mempunyai masa lalunya yang ngebuat dia bisa sampai saat sekarang, selalu ada ketakutan yang gue alami sampai sekarang bahkan berujung sebuah dilema.
Mungkin memang terlihat lebay tapi gue gak mengarang sebuah cerita karena semuanya sudah diberikan alurnya oleh Allah.
Dahulu gue orangnya sangatlah cuek dengan orang sekitar, yaah gue lebih cenderung sebagai pengikut daripada menjadi seorang inisiator.
yaah gue tau setiap orang mempunyai masalah masing-masing, bahkan ada yang bilang gue terlalu undestimate sama lingkungan. yang gak harusnya gue pikir masalah itu sendiri gue pikirin secara berlebihan. Dari kata-kata ini gue sadar siapa gue. Gue dilahirkan sebagai seorang penengah dalam segala masalah terjadi. sehingga masalah itu melibatkan gue dan disanalah gue yang menjadi inisiator buat ngerubah menjadi baik. Karena kenapa ? yang terlibat dalam masalah itu hanya menghadapi masalahnya dengan mengalir aja.
Hanya untuk klarifikasi atas apa yang terjadi sebelumnya..
gue cuman mau memperbaiki sesuatu hal yang terpecah belah itu dengan sebuah obrolan santai, kebersamaan untuk menyatukan sudut pandang, Keterbukaan pemikiran satu sama lain dan yang terakhir membuat bahagia dan nyaman ketika bersama
Kesalahan gue adalah terlalu terburu-buru mengatakan apa yang menjadi seharusnya terjadi karena gue tau dia butuh waktu. tapi mau apa sekarang semuanya terlambat
semuanya sudah berakhir dan bahkan kemungkinan untuk kembali kecil dilihat dari sikap dan juga tindakan yang diberikan
Sadar atau tidak gue selalu bahagia melihatnya tersenyum bahagia dan tertawa. kini gue tau batasannya gak ada lagi yang bisa gue perbuat selain hanya berdoa agar kebahagian selalu menyertainya.
Mungkin lu berfikir gue itu gak satu pemikiran sama lu.
jika lu masih berfikir demikian coba liat seberapa perjuangan gue berusaha selalu ada, gue gak mau semuanya berjalan flat,
karena ada pepatah " Yang special akan tergantikan dengan yang selalu ada"
itu lah yang gue cerna matang-matang. gue coba mengabaikan permasalahannya . gue bahkan berusaha ngomong baik-baik dan meluangkan waktu yang mungkin lu berfikir hanya waktu lu yang padat dengan aktivitas.
Kini bisa lu lihat ketika sendiri gue meluangkan aktivitas dengan sebuah organisasi ataupun mengikuti event. Ketika kita bersama gue coba mengatur waktu untuk menjalin kebersamaan.
karena ingat Janganlah kehidupan yang mengatur kita , tapi kitalah yang harus mengatur kehidupan kita karena kitalah yang menjadi pemain utama dalam skenario Allah.
Terima Kasih
Garfield :)
No comments:
Post a Comment